TUTORIAL CARA BA'ALWI MENCANTOLKAN NASABNYA KEPADA DZURIYAH NABI MUHAMMAD SAW
Judul yang menggelitik ini kami copas dari Judul Video di channel "JANNATA DARUSSALAM" yang judul aslinya "TUTORIAL CARA HABIB BA'ALWI MAIN CANTOL NASAB SBG ZURIYAH NABI". Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya:
Asalamualaikum sobat damai nusantara pada video kali ini kami akan mempresentasikan secara rinci kepada pemirsa agar tahu rahasianya, Bagaimana caranya habib-habib klan Baalwi Yaman ini main cantol nasab secara kasar ke dalam silsilah Dzuriah Nabi Muhammad yang asli.
Kita akan bongkar seterang-terangnya di sini pemirsa dan lihatlah Bagaimana semua kepalsuan nasab dan silsilah Zuriah nabi yang terbungkus rapat Selama ratusan tahun ini oleh Habib klan baalwi akhirnya terungkap di abad ini dengan satu kesimpulan ilmiah yang yang sangat tegas dan lugas memastikan bahwa habib-habib klan Baalwi Yaman yang ada di Indonesia ini bukanlah anak cucu keturunan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Padahal Selama ratusan tahun itu pula para Habib klan ba Alwi Yaman ini dengan jumawa membanggakan diri di tanah Pertiwi dengan mengaku diri sebagai kelompok manusia paling unggul sebagai keturunan nabi Muhammad yang menuntut untuk dihormati oleh pribumi.
Dan Selama ratusan tahun itu pula umat Islam di Indonesia dipatri dijejali dengan doktrin-doktrin kurafat dan dongeng-dongeng yang mendistorsi ilmu seperti pemujaan berlebihan terhadap makam-makam leluhur mereka. Satu orang Habib bodoh lebih mulia ketimbang 70 Kiai kemudian dongeng-dongeng tentang Habib mi'roj 70 kali. Beberapa hari lalu Habib yang mampu memadamkan api neraka dan sebagainya dan lacurnya pula umat Islam pribumi kita begitu mudahnya taklid buta mabuk terbius meyakini tanpa reserve.
Setiap orang yang bersurban dan berjubah yang mengaku sebagai zuriah nabi langsung disembah dipuja dan dipuji setinggi galaksi sementara dengan keluarga dengan orang tua sendiri dengan bangsanya sendiri kadang malah saling mencaci, saling memaki tak menghormati dan tak menghadirkan budi pekerti. Anehnya pribumi negeri ini. Namun peradaban modern hari ini telah mencolok mata kita dengan fakta dan data dengan dalil-dalil yang terang dengan kaidah fikih dengan literatur kitab-kitab sejarah dengan sains dan teknologi dengan secara valid dan ilmiah telah mengungkapkan dengan terang seterang sinar matahari di siang hari bahwa habib-habib klan baalwi Yaman ini bukanlah Zuriah Nabi Muhammad saw.
Lantas apa dasarnya apa parameternya dan bagaimana cara mereka main cantol memalsukan nasab dan silsilah sebagai Zuriah Nabi Muhammad berikut kami akan membongkarnya dengan terang silakan perhati kan begini cara Habib klan baaliwi Yaman ini main cantol nasab ke silsilah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kita bo ngkar data silsilahnya dari satu orang Habib saja kita ambil sampel silsilahnya Habib Bahar smit untuk silsilah habib-habib yang lain maka nanti hasilnya akan sama Sebab mereka adalah satu klan di mana jalur silsilah mereka itu nanti akan bertemu dengan satu nenek moyang yang sama data ini ada di internet dengan status domain publik silakan pemirsa cek sendiri.
Berikut sampel silsilahnya Habib Bahar smith kita urut pelan-pelan Kita buktikan pemirsa kesahihannya Habib Bahar Smit bin Ali Bin A bdurrahman bin Alwi Bin Abdurrahman bin Husein bin Umar bin Zain bin Ahmad Bin Abdurrahman bin Ali bin Salim bin Abdullah Bin Muhammadi smith bin Ali bin Abdurrohman bin Ahmad bin Alwi bin Ahmda alfaqih bin Abdurrohman bin Alwi ammul faqih bin Muhammad shohib Mirbat bin Ali Khuliq qosam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Alawi bin Ubadidillah (Ubeid) bin Ahmad al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad an-naqib bin Ali Uraidy bin Jafar ash Shodiq bin Muhammad alBaqir bin Ali Zainal Abidin bin Ali Husain RA bin Fatimah Azzahroh dan ke atasnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
Nah pemirsa bagi orang awam yang gak jeli dan teliti maka jika silsilahnya Habib Bahar ini dibagikan ke berbagai media tentu kebanyakan orang-orang akan main telan percaya dan meyakini kebenarannya begitu saja tanpa meneliti tanpa mempelajarinya lagi. Kan begitu modelnya orang-orang kita. Kalau ada berita apa saja yang di-share di medsos di WA langsung main telan langsung percaya. Tetapi tidak bagi orang-orang yang menggunakan Logika dan ilmu setiap ada info yang datang tentu tak akan langsung ditelan mentah-mentah.
Nah dari data silsilah nasab Habib Bahar ini Tahukah Anda di mana letak kejanggalannya?, Di mana letak kepalsuannya?. Mari kita bongkar bersama sobat pemirsa inilah Kepalsuan kebohongan silsilah nasab habib-habib klan Baalwi Yaman yang mengaku sebagai Zuriah nabi. Yang pertama perlu diingat bahwa kitab-kitab nasab yang menuliskan riwayat keturunan nabi Muhammad itu sudah tercatat sejak abad ke-5 dan 9 Hijriah.
Berikut catatan silsilah Dzuriah nabi yang asli:
Nabi Muhammad mempunyai Putri bernama Fatimah yang menikah dengan sayidina Ali Bin Abi Thalib kemudian mempunyai dua putra yaitu Hasan dan Husein dari jalur Hasan menurunkan Putra bernama Hasan, Ali Qosim, Muhammad dan Zaid.
Kemudian dari jalur Husain menurunkan Putra bernama Ali Zainal Abidin, Muhammad albaaqir, Jafar assodiq, Ali Uraidi, Muhammad Annqib, Isa Arrumi dan Ahmad bin Isa. Sedng Ahmad Bin Isa menurunkan Putra tiga orang yaitu bernama Muhammad, Ali dan Husain.
Nah pemirsa silsilah keturunan Nabi Muhammad yang asli ini sudah terekam dalam kitab-kitab sezaman dan dalam berbagai manuskrip di seluruh dunia.
Berikut daftar kitab-kitab yang meriwayatkan Zuriah Nabi Muhammad yang asli.
Pada abad 5 ada kitab Tahzibul Ansab wa Nihayatul Alqab karya Syekh Syaraf Al Ubaidili wafat pada 435 Hijriah.
Kemudian ada kitab Al-Majdi karya Syekh Al-Umari masa 490 Hijriah.
Kemudian ada kitab Muntaqilah Al Thalibiyah karya Toba-Toba hidup masa 400 Hijriah.
Kemudian pada abad ke6 ada kitab al-Sajarah Almubarokah karya Imam Fakhruddin Arrazi masa 597 Hijriah.
Kemudian pada abad 7 ada kitab Alfakri Fi Ansabit Tholibin karya Abu Thalib Ismail Bin Husein Almarwazi masa 614 Hijriah.
Kemudian pada abad ke-8 ada kitab al Ashili Fi Ansabit Tholibin karya Muhammad Ibnu to a lhani masa 709 Hijriah.
Kemudian ada kitab Assabat AlMushon karya Ibnu A'raj al-Husaini masa 787 Hijriah.
Kemudian pada abad 9 ada kitab Umdatut Thalib Fi Ansabi Abi Thalib Ahmad Ibnu Ali Ibnu inabah masa 828 Hijriah
Kemudian pada abad 10 ada kitab Tuhfatut Thaliib Karya Zakaria al Anshori masa 926 Hijriah.
Pemirsa dari kitab nasab ini tidak ada sama sekali yang menyebutkan bahwa Ahmad Bin Isa mempunyai anak bernama Ubaidillah dan mempunyai cucu bernama Alwi.
Nah barulah di abad ke10 tiba-tiba muncul kitab yang menyebutkan nama-nama leluhur Baalwi yang mengaku Zuriah Nabi Muhammad.
Kitab-kitab selanjutnya yang menyebut Ubaidillah sebagai anak Ahmad Bin Isa bin Muhammad alNaqib adalah kesemuanya bersumber atau menukil dari kitab karangan Habib Ali Assakron wafat 895 Hijriah yaitu dalam kitab Al Bururqatul Musikoh atau dikenal dengan kitab Al Burkoh.
Berikut daftar kitab nasab versi baalwi yang baru muncul di abad ke-10 Hijriah. Pada abad ke-10 Baalwi mengarang kitab ad-Diaul Lami karya Assakhowi wafat pada 902 Hijriah.
Berikutnya kitab Qiladat ad Dahr Fi Wafayat karya Muhammad Thyib ba Mahramah wafat pada 947 Hijriah.
Berikutnya kitab Tsabat karya Ibnu Hajar Haitami wafat pada 974 Hijriah.
Berikutnya ada kitab Tuhfat At Tholib karya Muhammad Al Husein Samarqondi wafat pada 996 Hijriah.
Pada abad ke-13 Baalwi mengarang kitab Ar Aljalili karya Murtadho Azzabidi wafat pada 1205 Hijriah.
Di sinilah letak main kasarnya Habib klan Baalwi ini main cantol nasab ke silsilah dzuriah Nabi Muhammad Bagaimana tidak dari abad ke-4, 5, 6, 7 dan 8 Hijriah, para ulama ahli nasab sudah mencatat dan menerangkan bahwa anak-anak dari Ahmad Bin Isa hanya ada tiga yaitu Muhammad, Ali dan Husain. Tidak ada nama anak dari Ahmad Bin Isa yang bernama Ubaid atau Ubaidullah tidak ada.
Kemudian di abad 10 muncul kitab Tuhfatut Thalib karya Assamarkondi selanjutnya menyatakan bahwa Ubaid atau Ubaidillah ini punya anak yang namanya Alwi jadi pemirsa kalau dihitung putusnya rantai nasab Habib baalwi yang mengklaim sebagai Dzuriah nabi jika dihitung dari abad ke-4 sampai dengan abad ke-10 maka Terputus selama 550 tahun artinya silsilah dzuriah Nabi Muhammad yang paten sudah tercatat sejarah sejak abad ke-4, tiba-tiba 550 tahun kemudian atau di abad ke-10 baru muncul nama-nama Klan Baalwi yang mengklaim sebagai Zuriah Nabi.
Klaim bahwa baklawi inilah baru muncul dan tertulis dalam kitab Tuhfatut Thalib karya Husein Samarkondi di abad ke-10. Pertanyaannya adalah dari mana kitab Tuhfatut Thalib ini mendapatkan berita bahwa Ubaid merupakan anak Ahmad Bin Isa?, sedangkan kitab-kitab sezaman yang paling dekat dengan masa kehidupan Ahmad Bin Isa sudah menyatakan bahwa Ahmad Bin Isa hanya punya anak tiga orang anak yaitu Muhammad, Ali dan Husein?.
Ternyata setelah ditelusuri dan dikumpulkan semua literatur kitabnya ujung-ujungnya tetap mentok di abad ke-9 Hijriah, di mana Ubaidilah yang diklaim sebagai anak Ahmad Bin Isa itu ada di dalam kitab karya Baalwi sendiri nama kitabnya seperti yang disebut di atas yaitu Al Bururqatul Musiqoh karya Ali Abu Bakar As Sakron.
Habib As Sakron menuliskan dirinya punya silsilah ke atas yaitu Ali Bin Abu Bakar Bin Abdurahman bin Maulana Dawilah bin Ali Shohibut Taroq bin Ali Al Ghuyur bin Faqihul Muqadam bin Ali bin Ahmad Shohib Mirbad bin Alwi Ali Qasam bin Ali bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Bin Isa. Nah Abu Bakar As Sakron ini yang mengarang sendiri silsilah nasab tersebut di atas. Bahkan ia mampu mensejarahkan tokoh-tokoh yang disebutkan itu padahal tokoh-tokoh yang disebutkan itu tidak tercatat atau tidak ada dalam riwayat kitab-kitab di zamannya misalnya nama Alwi, nama ini dinisbatkan Baalwi kepada dirinya dikatakan Alwi ini anak Ubaidillah anak Ahmad Bin Isa. Dikatakan Alwi ini adalah Mujahid Mutlak di zamannya. Ulama-ulama belajar kepada dirinya.
Dalam fikih ia disebut-sebut derajatnya sebagai mujtahid mutlak. Tetapi anehnya, kehebatan dari tokoh-tokoh para Habib yang dipropagandakan itu tidak satuun teriwayatkan dalam kitab-kitab di masa abad ke-5, 6 dan 7 Hijriah. Jangankan mencatat dirinya sebagai mujtahid mutlak, seorang ulama besar mencatatkan dirinya sebagai anak dari Ubaidillah yang punya kakek Ahmad Bin Isa pun tidak ada atau tidak teriwayatkan oleh para ulama dalam kitab-kitab di masa itu.
Nah barulah ketika di abad ke-9 nama-nama itu baru mulai dikarang. Bahkan bukan hanya mengarang nasab mereka sebagai keturunan nabi, mereka mengarang pula kesejarahan masa lalu itu mulai abad ke-9, termasuk makam-makam leluhur keluarga mereka. Itu pun tidak teriwayatkan di zamannya. Seperti Ahmad Bin Isa dimakamkan di Haisah ada catatannya di masa itu kemudian punya anak bernama Ubaidillah juga tidak ada catatannya di masanya.
Kemudian cerita tentang Alwi yang punya anak namanya Muhammad lalu punya anak keturunan namanya ini namanya itu kemudian makamnya yang katanya keramat yang diziarahi sampai sekarang. Maka semua cerita-cerita itu mulai dibangun atau direkayasa pada abad ke-9 saat itu juga kemudian tentang nama tokoh yang dibesar-besarkan yaitu Al Muhajir.
Siapa Al Muhajir itu atau Ahmad Almuhajir itu? Ternyata nama almuhajir adalah gelar yang disematkan untuk Ahmad Bin Isa oleh Baalwi yang tujuannya untuk melegitimasi bahwa beliau hijrah ke Yaman. Padahal tidak ada catatan sejarah bahwa Ahmad Bin Isa Hijrah Ke Yaman. Silakan cari datanya dari kitab-kitab abad 8, 7, 6, maka sampai mabuk tidak akan ditemukan dan nyatanya sampai dengan hari ini habib-habib Baalwi tidak mampu membuktikannya. Termasuk Klaim bahwa Ahmad Bin Isa punya anak bernama Ubaidillah tidak ada itu, dan mereka tak mampu membuktikannya sampai sekarang.
Lantas Ubaidillah ini sebenarnya anak dari siapa??. Ini jawabannya ternyata ada catatan riwayat bahwa orang yang bernama Ubaidillah ini ada dalam silsilah Bani Ahdal yaitu Ubaidtillah Bin Isa bin Alwi bin Muhammad bin Himham bin Aun bin Ahdal. Diriwayatkan memang bahwa Ubaidillah ini Hijrah Ke Yaman tetapi nama Ubaidillah ini dari Bani Ahdal bukan keluarga Baalwi. Ini ada dalam Kitab Assuluk Fi Thobaqatil Ulama Wal Muluk karya Bahauddin Al Janadi yang wafat pada 732 Hijriah. Bahwa ada ulama besar di Yaman yaitu adal leluhurnya bernama Muhammad bin Sulaiman bin Ubaidillah bin Isa bin Alwi bin Muhammad bin Himhan bin Aun. Kemudian keluarga Baaalwi ini di abad ke 9 datang merapat mendekati Bani ahdal lalu menggelembuk. Oh my God menggelembuk itu apa ya?
Ini Bahasa komedi Jawa Tengah ini atau mjuki kalau bahasa Jawa Timurnya. Jadi arti bebasnya begini saja bahwa Baalwi mendekati Bani Ahdal kemudian menyatakan bahwa Muhammad bin Sulaiman punya sepuku namanya Ali Qoliqosam awalnya Ali Qoliqosam inilah yang hijrah dari Irak Ke Yaman.
Karena ternyata di abad ke-9 diketahui atau terbongkar juga bahwa ternyata Bani Ahdal ini tidak terverifikasi pula sebagai Zuriah nabi. Jadi pemirsa ternyata Bani Ahdal ini juga Sami mawon dengan Klan Baalwi yang sama-sama mengaku-ngaku sebagai keturunan nabi. Padahal bukan. Komunitas Bani ahdal ini berada di Malaysia sama juga kasus juga di Malaysia dan antara Bani Ahdal dengan klan Baalwi ini sama-sama saling menguatkan membantu satu sama lain dalam mempertahankan pengakuannya dan mempropagandakan diri sebagai dzuriah nabi.
Kembali ke kisah sah Bani Ahdal. Bani Ahdal ini di abad ke-7 disebut bahwa leluhurnya hijrah pada abad ke-6 dari Irak Ke Yaman kemudian keluarga Baalwi di abad ke-9 menyatakan bahwa yang berhijrah itu sepupu dengan keluarga Baalwi. Padahal tidak ada kitab yang meriwayatkan hal tersebut akhirnya diterima juga oleh Bani Ahdal pengakuannya itu di abad ke-9 di mana bersamaan dengan masa Ali As Sakron.
Namun apa yang terjadi saudara?. Ternyata di masa itu muncul pula kitab penolakan yang menyatakan bahwa keluarga Aun ini bukanlah putra dari Musa al-Qadim. Jadi kitab-kitab di Irak saat itu datang memberitahukan kepada mereka bahwa Aun ini tidak punya ayah bernama Musa Al Qadim atau Musa Al Qadim tidak pernah punya anak bernama Aun.
Akhirnya Bani Ahdal tetap enggak peduli dan tetap mempertahankan nasabnya tetapi klan Baalwi ini pindah mencari cantolan nasab dari ulama lain ini disebut dalam kitab Assuluk Fi Thaaqatil Ulama Wal Muluk karya Bahauddin Al Jannadi seperti yang kami Sebutkan di atas yaitu mencantolkan nama Jadid bin Abdullah bin Ahmad Bin Isa kemudian mereka klan Baalwi mengasosiasikan bahwa leluhur mereka yang bernama Ali Qoliqosam ini adalah adik daripada Jadid tetapi ketika diteliti tahunya tidak matching alias enggak klop. Ali Qoliqosam ada di abad ke-6 sedangkan Jadid yang diasosiasikan sebagai anak dari Abdullah itu ada di abad ke-4.
Akhirnya kalang kabut. Dicarilah nama-nama baru Maka ditambahlah nama Ali Qoliqasam yang kemudian disebut sebagai orang yang pertama hijrah ke Tarim tetapi leluhurnya yang pertama ke Irak itu namanya Ubaid.
Jadi saudara, akhirnya makin ruwet itu bikin silsilahnya untuk membenarkan cangkokan-cangkokan yang direkayasanya itu dan bagaimana kaconya mereka dalam mencocokkan sejarah-sejarah yang kontradiktif itu antara satu dengan yang lainnya.
Akhirnya mereka bikin nama-nama aliqosam bin Alwi Bin mammad bin Alwi bin Ubaidillah. Ya begitulah dibolak sana dibalik sini, tambah sana tambah sini agar supaya dari abad 6 sampai dengan abad ke4 yang diatribusikannya itu bisa maching atau klop top markotop.
Tetapi pemirsa ketahuilah jejak sejarah tak akan pernah menipu. Kebenaran tak pernah lekang di makan zaman, Tetap saja kepalsuan, kebohongan pada akhirnya akan mengungkapkan dirinya sendiri.
Nah pemirsa Sekarang mari kita bongkar Siapa tokoh yang dipuja-puja dan diagung-agungkan oleh klan Baalwi ini dalam setiap dakwahnya? yang dikatakan sebagai Mujahid Hebat yang makamnya di atas para wali, yang melakukan Mi'raj 70 kali sehari, dan sebagainya. Yaitu tokoh yang bernama Faqih Al Muqadam. Sobat pemirsa ternyata nama tokoh Faqih Al Muqadam yang kesejarahannya ditulis oleh Baalwi ini dianggap fiktif. Orang yang bernama Faqih Al-Muqadam bisa jadi ada, tetapi kesejarahannya kehebatannya semua itu fiktif alias hanya sekedar dongeng sebelum bobo.
Apa alasannya? adalah karena tidak terverifikasi tidak tercatat tidak ada riwayat yang menulis pada tahun, pada masa di mana tokoh ini hidup. Padahal di masa sezamannya itu banyak alim ulama besar pencatat riwayat dan sejarah yang hidup sezaman dengan Faqih Al Muqadam ini.
Kemudian pemirsa jika saat ini ada orang yang ngeles dengan alasan bahwa bisa saja tidak tercatat ke sejarahannya itu karena pada masa itu Hadramaut sedang keadaan perang jadi tak ada yang menulis nasab-nasab. Nah ini sebuah kenaifan pemirsa. Itu sebuah argumen yang jahiliah sebab apa?, karena di masa-masa itu yaitu di abad ke-5, 6, 7 dan ke-8 itu telah banyak kitab-kitab yang ditulis oleh alim ulama Yaman dan sekitarnya.
Ini lihat buktinya di masa Faqih Al Muqadam hidup maka di masa itu pula telah ada ulama yang aktif menulis nasab dan sejarah. Berikut daftar kitab-kitabnya:
1) Kitab Tarikh Almusalam karya Al Ahzi wafat pada 545 Hijriah.
2) Kitab Tobaqat Fuqahail Yaman karya Ibnu Samurah wafat pada 586 Hijriah
3) Kitab Al Iqlil Man Akbari il Yaman karya Abu Muhammad Hasan Al Hamdani pada masa 947 Hijriah
4) Kitab Tarikh Aden Hadramaut karya Abdurrahman bin Ali bin Hisan wafat pada 818 Hijriah
5) Kitab Asuluk fi Tobaqatil Ulama Wal Muluk karya Bahaudin Al Janadi masa 732 Hijriah.
Belum lagi raja-raja Yaman juga mencatat semua kejadian di wilayah kekuasaannya masing-masing di abad ke-7 dan abad ke-8.
Jadi tidak benar kalau ada orang yang mengatakan bahwa karena tidak ada yang me ncatat kesejarahan Faqih Muqadam tidak ada yang menulis riwayatnya Ubaidillah maka itu sama sekali tidak benar.
Yang benar adalah karena klaim atau pengakuan itu baru ada di abad ke-9 maka kemudian suhrah Wal istifadahnya atau kemashurannya bahwa mereka dianggap sebagai keturunan nabi itu baru muncul atau dibangun di abad ke-9 sehingga kesohornya sampai sekarang. Jadinya ketika ada orang yang sekarang yang tidak mempercayai mereka sebagai keturunan nabi itu dianggap aneh padahal justru yang aneh itu golongan orang yang mengakui dan meyakini bahwa Habib Baalawi sebagai keturunan nabi sebagaimana Abad ke-4, 5, 6, 7 dan 8 sudah ada kitab-kitab nasab yang menuliskan sejarah bahwa Ahmad Bin Isa yang asli dzuriah Nabi Muhammad itu hanya berputra tiga orang dan tidak punya anak yang namanya Ubaidillah.
Lalu tiba-tiba ini ada orang-orang zaman sekarang yang masih etap ngotot mempercayai bahwa Habib baalwi sebagai keturunan nabi itu hanya ber istidlal atau hanya berdalil dengan data kitab yang bar u muncul di abad ke-10 dan seterusnya kan ini yang aneh seharusnya ketika kita ingin mencari kebenaran keberadaan seorang tokoh besar dalam sejarah termasuk anak keturunannya nasabnya dan silsilahnya maka harusnya terkonfirmasi oleh kitab-kitab riwayat di zamannya ini yang disebut pembuktian historiografi karena di situlah ada saksi-saksi yang bisa menjadi dasar kebenaran dan menjadi tolok ukur apakah suatu berita itu bisa dibenarkan atau ditolak dengan demikian keberadaan Ubaidillah seb agai anak Ahmad Bin Isa ini secara otomatik tertolak oleh data sejarah kitab-kitab nasab di abad ke4 5 6 7 dan ke-el bahkan kitab nasab di abad ke- pun belum mencatatnya lihat ini kitab umdatut Thalib karya Ibnu inabah di abad ke-9 itu.
Harusnya ba Alwi ahli assakron sudah jadi ulama besar saat itu seharusnya Kalau benar bahwa assakron itu seorang tokoh hebat dan keturunan nabi mestinya sudah tercatat dalam kitab-kitab Tarikh oleh ulama-ulama ahli nasab di masa itu ini hal yang enggak bis a ditawar. Tetapi kenapa Ibnu Inabah tidak mencatatnya dalam kitabnya? Karena memang Ibnu Inabah tahu bahwa Ali Asakron itu bukan keturunan Baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
Sobat pemirsa Budiman kami telah gamblang menguraikan fakta dan data ini dari awal hingga akhir. Jika tetap taklid buta percaya meyakini bahwa habib sebagai dzuriyah Nabi Muhammad apalagi sampai memuja-muja berlebihan silakan pilihan di tangan Anda sendiri.
Tapi yang jelas hukum syariat Islam menegaskan qliddail huahil haram ma tetap aman dan tak akan disiksa di neraka sebab ini Bu rukunap jwi buah Na makaaglanwiinnya danendi was Ayah tidak ada seorang pun yang menisbatkan diri kepada selain bapaknya padahal Ia tahu bahwa itu bukan bapaknya Kecu dia kafir dan siapa yang mengaku-aku ia berasal dari suatu kaum Padahal sama sekali tidak ada nasabnya kepada mereka maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka hadis riwayat bukhi Muslim sadiskan dalil-dalil ancamannya neraka.
Komentar
Posting Komentar